Langsung ke konten utama

Perjalanan Belajar Coding: Dari Nol sampai Bisa


Halo! Namaku Syifa 👋🏻🌷

Selamat Datang! 

Awal Mula Belajar Coding

Aku ingin berbagi sedikit tentang perjalanan belajarku di dunia coding. Aku mulai belajar coding saat masuk SMK jurusan Rekayasa Perangkat Lunak (RPL). Waktu pertama kali liat barisan kode di layar, aku bener-bener bingung. Semua itu keliatan kayak kumpulan simbol aneh yang lebih mirip error daripada sesuatu yang bisa dimengerti. Bagi yang belum tau, coding itu adalah proses menulis kode perintah atau instruksi supaya komputer bisa melakukan tugas tertentu. Misalnya ketika kamu mau buat website, aplikasi atau game, pasti melalui tahapan ini. 

Aku inget rasanya waktu pertama kali nyoba memahami kode HTML sama CSS. Awalnya susah dan sering bingung letak error-nya dimana, tapi seiring berjalannya waktu, aku mulai paham pola dan logika di balik itu. Sumber belajar utamaku adalah aplikasi SoloLearn dan tentu saja Google, yang selalu jadi penyelamat kalo aku menemukan kode error yang membingungkan. 

Sekarang, aku udah masuk kuliah dan mulai belajar bahasa pemrograman Python. Ternyata, Python tuh lebih gampang dan mudah dipahami karena kodenya rapi, terstruktur gitu. Tapi pas SMK kenapa gak diajarin Python duluan ya?

Oh iya, sebelum membahas Python, aku pengen jelasin sedikit tentang bahasa-bahasa pemrograman yang aku pelajari sebelumnya.


1. HTML, CSS, dan JavaScript

Saat pertama belajar, aku fokus ke HTML dulu, belajar pahamin kodenya dulu sambil sekalian praktek, memahami gimana cara membuat teks, gambar, tabel, dan form. Lalu, aku belajar CSS buat mendesain tampilan supaya lebih menarik dan berwarna (gak polos). Setelah itu, aku mulai kenal JavaScript, yang memungkinkan website buat merespons tindakan pengguna, kayak tombol yang bisa diklik atau animasi sederhana. Aku gak terlalu diajarin Javascript, tapi saat ada tugas bikin web, aku langsung cari-cari di internet supaya webnya bisa bergerak dan ada animasinya. Software yang aku pake buat coding adalah Sublime Text buat edit kode programnya dan Xampp yang berperan sebagai web server untuk mengakses webnya.

Meskipun HTML sama CSS penting banget dalam pengembangan web, mereka gak punya logika pemrograman kayak perulangan, kondisi, atau variabel yang kita temuin dalam bahasa pemrograman kayak JavaScript, Python, atau Java. Oleh karena itu, mereka lebih tepat disebut sebagai bahasa markup dan stylesheet

Ketiga teknologi ini adalah dasar dari pembuatan website. Kalo diibaratkan rumah:

  • HTML (HyperText Markup Language) adalah kerangkanya, yang membentuk struktur dasar website.
  • CSS (Cascading Style Sheets) adalah cat dan dekorasinya, yang membuat tampilan website jadi menarik.
  • JavaScript adalah listrik dan mesinnya, yang membuat website menjadi interaktif.

Contoh sederhana HTML, CSS, dan JavaScript:

Kode Program:

<!DOCTYPE html>
<html lang="id">
<head>
    <meta charset="UTF-8">
    <meta name="viewport" content="width=device-width,
initial-scale=1.0">
    <title>Halo, Sevigure!</title>
    <style>
        body {
            background-color: lightblue;
            font-family: Arial, sans-serif;
            text-align: center;
        }
        h1 {
            color: blue;
        }
        button {
            padding: 10px;
            font-size: 16px;
            cursor: pointer;
        }
    </style>
</head>
<body>
    <h1>Halo, Sevigure!</h1>
    <p>Ini adalah halaman web pertamaku.</p>
    <button onclick="greet()">Klik Aku</button>
    <script>
        function greet() {
            alert("Selamat datang di dunia coding!");
        }
    </script>
</body>
</html>

Tampilan Output:
Ketika kita jalanin kodenya di browser, maka tampilannya bakal kayak gini. Muncul tombol responsif yang bisa di klik. Kalo gak ada Javascript, tombolnya gak akan bisa berfungsi. Teksnya dibuat pake HTML dan warnanya pake CSS. Lucu banget kan? hihi





2. PHP dan SQL

Setelah paham dasar-dasar web, aku mulai belajar PHP (Hypertext Preprocessor), bahasa pemrograman yang dipake buat bikin website lebih dinamis. PHP memungkinkan kita membuat halaman yang bisa berubah berdasarkan input pengguna, seperti halaman login atau formulir pendaftaran. PHP tuh bisa dipake barengan sama HTML, CSS, dan Javascript. 

Selain PHP, aku juga belajar SQL (Structured Query Language) buat mengelola database. SQL dipake buat menyimpan, mengambil, dan mengolah data, seperti daftar pengguna di sebuah website. Ini juga dipake barengan sama yang diatas. Bahasa SQL tuh dipake buat mengelola basis data MySql dan MariaDB lewat PhpMyAdmin atau CMD (command prompt). 
Contoh sederhana PHP dengan form input:

<?php
if ($_SERVER["REQUEST_METHOD"] == "POST") {
    $nama = $_POST["nama"];
    echo "Halo, $nama!";
}
?>
<form method="post">
    Masukkan nama: <input type="text" name="nama">
    <input type="submit" value="Kirim">
</form>

Contoh SQL untuk membuat dan mengambil data dari database:

CREATE TABLE users (
    id INT AUTO_INCREMENT PRIMARY KEY,
    username VARCHAR(50) NOT NULL,
    password VARCHAR(255) NOT NULL
);

INSERT INTO users (username, password) VALUES ('sevigure', 'password123');
SELECT * FROM users WHERE username = 'sevigure';

3. Python: Bahasa Pemrograman Serbaguna

Saat masuk kuliah, aku mulai belajar Python. Berbeda dengan PHP yang lebih banyak digunain di website, Python adalah bahasa pemrograman yang lebih fleksibel dan digunakan buat banyak hal, mulai dari pengembangan web, data science, hingga kecerdasan buatan.

Yang aku suka dari Python adalah sintaksnya yang sederhana dan mudah dipahami. Kalo di PHP kita harus nulis banyak kode untuk sesuatu, di Python kita bisa melakukannya dengan lebih ringkas. Aku biasanya pake Visual Studio Code buat text editor-nya. 

Contoh kode sederhana Python:

nama = input("Masukkan nama: ")
print(f"Halo, {nama}!")

4. Bahasa Java

Selain Python, aku juga belajar bahasa pemrograman Java. Aku belajar bahasa Java waktu SMK di aplikasi NetBeans. Java adalah bahasa yang banyak digunain buat bikin aplikasi desktop, game, dan juga aplikasi berbasis Android. Menurut aku, Java tuh punya sintaks yang panjang dibandingkan dengan bahasa pemrograman lain, terus agak rumit apalagi bagi pemula. 

Contoh kode sederhana Java:

public class HaloDunia {
    public static void main(String[] args) {
        System.out.println("Halo, Dunia!");
    }
}

Tips Belajar Coding

Aku tau kalo belajar coding bisa terasa sulit, terutama di awal. Tapi dari pengalamanku, ada beberapa tips yang bisa membantu agar kita tetap semangat:

  1. Jangan Takut Error

    Aku yakin kalo semua programmer juga pernah mengalami error, bahkan yang udah profesional sekalipun. Anggap aja error sebagai tantangan yang harus dipecahkan. Error tuh emang ganggu banget, bikin pusing, dan bikin kita jadi ga semangat lagi buat lanjut ngoding, tapi kalo kita gak nyari solusinya, terus kapan bisa teratasi? iya kan. Kalo aku biasanya istirahat dulu beberapa saat, baru nanti lanjut lagi, supaya lebih fokus dan energinya penuh kembali. 

  2. Pelajari Konsep, Bukan Sekedar Menghafal
    Jangan cuma nyalin kode (copy paste) doang tanpa memahami alurnya atau apa yang terjadi. Coba bereksperimen dan ubah sedikit kodenya, lalu liat hasilnya. Menurut aku, harus sambil praktek juga biar terbiasa dan paham. Jangan cuma belajar sehari dua hari, tapi rutin setiap hari biar gak lupa dan terbiasa. 

  3. Buat Proyek Kecil

    Belajar dari tutorial emang bagus, tapi cara terbaik buat bener-bener paham coding adalah dengan membuat proyek sendiri, misalnya website portfolio atau aplikasi sederhana. Coba install aplikasi yang dibutuhin buat coding (Xampp dan Visual Studio Code) dan ikutin tutorial yang ada. Gunain sumber belajar yang tepat, kayak SoloLearn atau W3Schools. 

  4. Gabung Komunitas
    Bergabung sama komunitas pemrograman bisa bantu kita belajar lebih cepet karena bisa saling bertanya atau berbagi pengalaman dengan orang lain. Biasanya banyak tersebar di media sosial atau di kampus-kampus. 


Coding Adalah Perjalanan, Bukan Tujuan Akhir

Dari SMK sampe kuliah, perjalanan belajarku di dunia coding penuh dengan tantangan, tapi juga menyenangkan. Aku belajar bahwa coding bukan hanya soal menulis kode, tapi juga tentang berpikir logis, menyelesaikan masalah, dan terus belajar.

Kalo kamu lagi belajar coding juga, jangan mudah menyerah yaa! Mulai dari dasarnya dulu, terus latihan, dan nikmati prosesnya. 😉✊