Langsung ke konten utama

Dari Anak Pemalu Menjadi Siswa Terbaik: Perjalanan yang Tak Terduga


Hai, aku Syifa! 🌸

Selamat datang di ruang kecilku! 👋

Dulu, aku sering bertanya-tanya, "Apa yang sebenarnya ingin aku bagikan ke dunia?" Aku bukan orang yang suka tampil, lebih sering memilih diam daripada berbicara. Rasanya sulit untuk menunjukkan siapa diriku sebenarnya.

Tapi seiring waktu, aku sadar bahwa setiap orang punya cerita, termasuk aku. Aku yang dulu pemalu, yang sering ngerasa ragu, akhirnya menemukan kepercayaan diri perlahan-lahan. Dan mungkin, perjalananku ini bisa menjadi sesuatu yang berarti, bukan hanya untukku, tapi juga untuk siapapun yang membaca.

Jadi, inilah aku, mencoba berbagi. Bukan sebagai seseorang yang sudah benar-benar percaya diri, tapi sebagai seseorang yang masih terus belajar. Kalau kamu pernah merasa kecil atau tidak cukup berani, mungkin kamu bisa menemukan secercah inspirasi di sini. 😊

Menemukan Kepercayaan Diri

Rasanya seneng banget bisa nulis ini,  serasa nostalgia, mengingat kembali perjalanan yang udah kulewati. Kadang aku sendiri heran, kok bisa ya aku yang dulu pemalu banget, tiba-tiba jadi siswa terbaik selama dua tahun berturut-turut? Kalo dipikir-pikir, perjalanan ini bener-bener di luar dugaanku.

Awalnya, aku tinggal di desa, aku lahir di Sukabumi, tumbuh dengan lingkungan yang cukup sederhana. Tapi ketika SMP, aku pindah ke Jakarta, lingkungan baru dan tantangan baru. Aku inget betapa groginya aku di awal, takut gak bisa beradaptasi. Tapi ternyata, justru di sinilah aku menemukan versi terbaik dari diriku.

Aku ingin sharing pengalaman ini bukan untuk sekedar bernostalgia, tapi untuk menginspirasi. Aku ingin siapa pun yang membaca ini termotivasi dan sadar bahwa kamu bisa lebih dari yang kamu kira. Kamu punya potensi, dan kamu bisa sukses serta dicintai banyak orang, selama kamu percaya dan berusaha.

Kalo aku melihat ke belakang, rasanya masih sulit percaya gimana perjalanan ini bisa terjadi. Sejak kecil aku anak yang pemalu akut, bahkan saat TK lebih banyak diam, ketika sesi foto pun aku nangis karna malu, hasil fotonya juga sambil nangis, kalo diinget-inget ternyata konyol banget ya. Tapi satu hal yang kusadari dari semua ini: setiap orang punya potensi, dan kita semua bisa berkembang lebih jauh dari yang kita bayangkan.

Masa Kecil: Sebagai Anak Pemalu 

Sejak SD, aku bukan tipe anak yang menonjol secara sosial. Aku lebih banyak mengamati daripada berbicara, lebih nyaman dengan dunia sendiri daripada berada di tengah keramaian. Tapi, meskipun pemalu, aku anak yang rajin dan suka baca buku, kayak buku cerita dan kamus bahasa inggris bergambar. Aku juga suka ikut lomba, kayak lomba cerdas cermat dan selalu dapet peringkat di kelas. 



Setiap hari aku selalu baca buku 3 Menit Percobaan Sains, buku ini tuh banyak jenisnya, aku juga dibeliin yang versi dinosaurusnya, seru banget! Aku gapernah bosen baca buku ini dan sangat merekomendasikan buku ini, banyak pengetahuan yang aku dapet, tapi juga ga boring karena banyak gambarnya dan cerita yang dikemas kayak komik, dialog tokohnya tuh lucu dan kocak, banyak wawasan yang didapat, cocok untuk anak kecil, buat kalian yang punya adik kecil, kalian harus beliin buku ini! Aku gak promosi ya, tapi buku ini bener-bener bagus, ga cuma isinya, tapi kualitas kertas dan gambarnya juga tebel, wajib beli!!

Tapi, satu hal yang masih menjadi kendala adalah kepercayaan diriku. Aku sering merasa kurang berani untuk berdiri di depan umum atau mengemukakan pendapat. Walaupun saat itu, aku juga sering tampil nari di depan banyak orang pas acara pentas seni,  tapi rasanya masih belum percaya diri. Hingga akhirnya, saat SMP menjadi titik balik dalam hidupku. 

Berani Keluar dari Zona Nyaman

Saat masuk SMP, aku mutusin buat mencoba hal baru. Aku bilang ke diri sendiri kalo aku ingin berubah, ingin berkembang, dan ingin membuktikan bahwa aku bisa lebih dari sekedar "anak pemalu". Aku mulai aktif di berbagai ekstrakurikuler, ikut ekskul Multimedia, Paskibra, Pramuka, English Club, bahkan nyanyi! Aku juga sempet diajarin MTQ sama kepala sekolahku, dari situ aku tau kalo aku punya potensi, awalnya aku gak tau kenapa aku yang dipilih, tapi akhirnya dari situ aku bisa ikut lomba di luar sekolah. Aku juga terpilih jadi pengurus OSIS sejak kelas 7, di bidang kerohanian, lalu kelas 8 di bidang pendidikan berorganisasi dan kepemimpinan. Aku dulu tuh ga betah di rumah, aku suka eksplor hal baru dan gak mau kalo waktu terbuang sia-sia, jadi selalu menyibukkan diri dengan kegiatan di sekolah.



Tanpa sadar, kepercayaan diriku mulai terbentuk. Dari situ aku mulai ikut lomba pidato bahasa inggris, lomba MTQ & MHQ, tampil nyanyi, drama, dan lain-lain. Perlahan, aku belajar bahwa kepercayaan diri bukan sesuatu yang harus dimiliki sejak lahir, tapi sesuatu yang bisa dibangun sedikit demi sedikit. Setiap kegiatan, setiap interaksi, setiap tantangan yang kuhadapi di organisasi membuatku tumbuh. Dari yang awalnya ragu-ragu untuk berbicara, aku mulai berani memimpin, berbicara di depan banyak orang, dan bahkan menginspirasi teman-temanku.

Perjalanan Menjadi Siswa Terbaik

Gak cuma aktif di organisasi, aku juga tetap menjaga prestasi akademikku yang selalu menjadi juara 1. Aku aktif di bidang akademik dan non-akademik. Puncaknya, aku bisa dapet penghargaan sebagai The Best Student of the Year tahun 2018 dan 2019 dalam acara tahunan SMP Award yang diadakan setiap bulan Desember di sekolahku.



Hal yang bikin penghargaan ini begitu berarti adalah sistem pemilihannya melalui voting dari seluruh warga sekolah, termasuk guru dan siswa, itu berarti bukan hanya nilainya yang dihitung, tapi juga bagaimana seseorang dikenal dan dihargai oleh lingkungannya. Bukan hanya karena akademik, tapi juga bagaimana seseorang membawa diri, berkontribusi, dan memberi dampak di sekitar.

Saat namaku diumumkan, aku ngerasa seperti diberi konfirmasi bahwa aku memang telah berkembang sejauh ini. Dari anak pemalu yang ragu-ragu, aku bisa menjadi seseorang yang dicintai dan dihargai banyak orang. Aku sangat bersyukur bisa dikasih kesempatan yang berharga itu. 

Pelajaran yang Bisa Diambil


Setelah sharing pengalaman ini, ada beberapa hal yang aku sadari, bahwa setiap orang punya potensi, tapi hanya kita sendiri yang bisa menggali dan mengembangkannya. Jangan pernah membatasi diri cuma karena ngerasa "gak berbakat" atau "gak seperti orang lain". Kita harus yakin dan mencoba setiap kesempatan yang ada, dari situ kita bakal tau apa sebenarnya potensi kita.

Aku menegaskan bahwa kepercayaan diri itu bukan bawaan dari lahir, tapi sesuatu yang bisa dibangun. Aku dulunya takut ngomong di depan banyak orang, tapi dengan terus mencoba memberanikan diri, aku akhirnya bisa berdiri di panggung tanpa rasa takut, dan itu bikin aku terbiasa dan nyaman. 

Ingat bahwa sukses itu bukan hanya tentang akademik, tapi juga tentang bagaimana kita memberi dampak pada orang lain. Sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain, aku selalu seneng ketika orang lain seneng dengan hal yang kita lakuin ke mereka. Apalagi ketika kita bisa ngasih dampak positif dan memberi perubahan baik ke orang lain.

Ketika kita berusaha menjadi versi terbaik diri kita, orang lain juga akan menghargai kita. Usaha dan ketulusan kita akan selalu dilihat orang lain. Aku jadi inget perkataan kepala sekolahku dulu, beliau bilang gini "Ketika kita berada di lingkungan (pertemanan) yang positif, kita akan terbawa untuk ngelakuin hal yang positif. Tapi, ketika kita berada di lingkungan (pertemanan) yang negatif, kita yang harus memberikan dampak positif ke mereka." Jadi, kesimpulannya kita harus punya pendirian tetap dan selalu melakukan kebaikan, sekecil apapun itu pasti akan tetap bernilai. 



Pengalaman adalah guru kehidupan, setiap pengalaman kecil, entah itu baik dan buruk tetap akan bernilai. Pengalaman buruk bisa dijadiin pembelajaran buat kita, ada hikmah yang bisa diambil. Oh iya, aku juga mau menekankan bahwa pintar itu bagus, tapi harus dibarengi dengan perilaku yang baik, "akhlak lebih penting daripada prestasi", jadilah baik untuk diri sendiri dan orang lain. 

Jadi, buat kamu yang pernah ngerasa ragu dengan diri sendiri, percaya deh, kamu juga bisa! Gagal itu proses, yang penting kamu tetap mencoba. Kuncinya adalah berani keluar dari zona nyaman, terus belajar, dan yakin bahwa kamu punya potensi yang luar biasa. 🌟

Aku menggenggam erat motto bahwa kegagalan adalah kunci keberhasilan, kalimat ini bener-bener aku alami sendiri. Beneran deh, ini works banget! 😉

Terima kasih sudah membaca tulisanku. Semoga bisa menjadi motivasi dan inspirasi. ✨

Aku ingin tau, pernah gak sih kalian mengalami momen di mana kalian harus keluar dari zona nyaman dan menemukan kepercayaan diri? Share di kolom komentar!